Bahkan dirinya ‘menjewer’ para semua pihak pengambil kebijakan agar dapat mengevaluasi program dan kegiatan yang berkaitan dengan fackor cuaca terutama pada saat musim penghujan seperti saat ini agar tidak dikeluarkan pada akhir tahun karena sudah memasuki musim penghujan.”Saya juga menghimbau untuk para pengambil kebijakan bila ada program seperti ini agar tidak mengeluarkan disaat akhir bulan karena diakhir bulan sudah pasti akan terjadi musim penghujan. Seharusnya hal seperti itu bisa di baca dan dipahami,”jewer Masdana.
Bahkan dirinya menilai dari jenis medan dilokasi proyek seharusnya para pihak yang mengambil kebijakan bisa melihat dan mengkaji seharusnya proyek tersebut tidak dilakukan pada akhir tahun atau dimajukan disaat kondisi mendukung sehingga pengerjaan proyek tersebut tidak terhambat.”Jadi setelah kita kelapangan memang faktor alam yang sangat dominan dengan kondisi cuaca dan medan yang seperti ini seharusnya proyek tersebut sebaiknya ditunda dulu atau paling tidak dikerjakan lebih awal pada saat cuaca masih mendukung” protesnya.
Ketua Komisi II, Masdana Juga juga menegaskan sesuai dengan hasil komunikasinya dengan pihak pelaksana proyek, pihaknya akan berkomitmen untuk sesegra mungkin dapat menuntaskan pengerjaan proyek tersebut dengan tanpa mengurangi kwalitas sesuai dengan perencanaan awal.”Saya tadi sudah konfirmasi sama pihak kontraktor bahwa pihanya siap bertanggungjawab untuk menyelesaikan sangsi adminstrasi sesuai dengan ketentuan regulasi, serta segera menuntaskan pekerjaan tersebut dengan estimasi di bulan maret 2025 dan tidak akan mengurangi kwalitas dari proyek ini,”imbuhnya.










