“MBG tidak hanya meningkatkan status gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Bahan pangan yang digunakan SPPG berasal dari petani, nelayan, dan produsen lokal agar manfaat ekonominya kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Administrator Kesehatan Ahli Muda, Gede Krisna Udiana memaparkan bahwa pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi kunci penting dalam menekan angka stunting. Ia menjelaskan secara rinci bagaimana stunting dapat terjadi sejak dalam kandungan hingga masa tumbuh kembang anak.
“Masyarakat perlu memahami bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga kemampuan kognitif dan kualitas hidup anak di masa depan. MBG hadir sebagai salah satu solusi strategis untuk meminimalkan risiko tersebut,” tegasnya.
Sosialisasi Program MBG di Bali menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan gizi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. rl










