Lebih lanjut, ia mendorong agar semakin banyak mahasiswa yang tumbuh menjadi pribadi yang kritis serta mampu menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan, khususnya di bidang sosial dan politik nasional. Kegiatan seperti ini, menurutnya, menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Ketua Yayasan Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menyuarakan dan membela hak-hak masyarakat, khususnya kelompok yang terpinggirkan.
Ia menyebutkan ada tiga kata kunci yang harus dimiliki mahasiswa untuk menjawab dinamika sosial dan politik nasional, yaitu kritis, aspiratif, dan solutif.
Pertama, mahasiswa harus kritis, yakni mampu berpikir berdasarkan fakta, data, konsep, dan teori. Di tengah derasnya arus informasi yang tidak jelas sumbernya, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan analisis yang kuat agar tidak mudah terpengaruh opini yang menyesatkan.
Kedua, mahasiswa harus aspiratif, memiliki sensitivitas sosial dan empati terhadap persoalan kemiskinan, perundungan, ketimpangan pendidikan, serta berbagai isu kemanusiaan lainnya.
Aksi aspiratif tidak hanya melalui demonstrasi, tetapi juga tindakan nyata membantu masyarakat. Dan yang ketiga, mahasiswa harus solutif, yaitu mampu memberikan kritik yang disertai tawaran solusi.
Pemikiran solutif diperlukan agar mahasiswa dapat memecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.
Ia juga menekankan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai laboratorium hidup untuk melatih kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berinteraksi, yang tidak diperoleh di ruang kelas.










