Dosen ITB STIKOM Bali Bantu Usaha Minuman Bunga Telang di Denpasar

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali yang terdiri dari Ni Wayan Cahya Ayu Pratami, S.E,M.M,Ak., Ni Nyoman Muryatini, S.H, M.H., Ni Kadek Sukerti, S.Si, M.Cs., Ni Made Dwijayani, S.Pd, M.Pd., AA Ayu Meitridwiastiti, S.S, M.Hum., I Gusti Bagus Agung Kusuma Atmaja, S.H, M.H., serta dua mahasiswa I Gede Satria Wibawa dan Komang Bhargo Bhaskara membantu pengembangan industri kreatif minuman berbahan bunga telang.


Industri Rumah Tangga (IRT) milik I Nyoman Ariadi Putra, warga Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara ini berdiri awal tahun 2020. Ariadi mengakui, Pandemi Covid-19 memberi inspirasi baginya untuk menciptakan minuman herbal penambah imunitas dengan bahan yang mudah ditemui di sekitar, yakni bunga telang. Dibantu istri dan anaknya, ia mulai melakukan produksi kecil-kecilan. Tak disangka, respons pasar cukup bagus sehingga IRT ini menambah dua orang karyawan.

“Awalnya saya iseng. Tapi ternyata cukup laris,” kata Ariadi di Denpasar, Sabtu (29/5/2021).

Baca Juga :
CEO Tamasia Sebut Pengusaan Bahasa Asing Mutlak Hukumnya Dalam Dunia Kerja
Veddriq Gondol Emas Speed Putra, Sekaligus Pecahkan Rekor Dunia

Ia menjelaskan, tips meracik minuman ciptaannya dimulai dari mengeringkan bunga telang, kemudian direbus bersama, jahe, gula dan tambahan buah lemon. Ia mengaku, manajemen produksi masih menjadi kendala. Misalnya, dalam proses pengeringan bunga telang masih secara manual dan alat yang digunakan masih terbatas, sehingga dari segi produksi masih kurang optimal. Kemudian produk belum memiliki label kemasan.

“Jadi kegiatan pengabdian ini diadakan untuk membantu IRT ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya sehingga bisa meningkatkan pendapatan usahanya,” jelas Dosen ITB STIKOM Bali Ni Wayan Cahya Ayu Pratami, S.E,M.M,Ak., dikonfirmasi pada kesempatan yang sama.

Kata dia, metode yang digunakan, dengan pemberian alat produksi berupa kompor gas, tabung gas, oven, panci besar dan saringan. Serta memberikan penyuluhan serta pelatihan labelling dan pelatihan media pemasaran online atau media sosial.

“Walaupun pengabdian ini 70 persen dilakukan secara daring untuk mengikuti anjuran pemerintah tentang prokes dimasa pandemi covid tetapi setelah dilakukan monitoring dan evaluasi pada bulan April 2021 sampai Mei 2021 hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan produksi,” jelasnya.

Hal ini dibantu dengan adanya bantuan alat produksi dan adanya label pada kemasan sehingga kemasan lebih menarik serta gencarnya media pemasaran online melalui WA, FB dan IG. (gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pro Kontra Sampradaya, Akademisi UNHI Denpasar: Hindari Merasa Diri Paling Benar

Ming Mei 30 , 2021
DENPASAR -fajarbali.com |Polemik keberadaan sampradaya masih terus bergulir. Pihak yang menginginkan agar Sampradaya dikeluarkan dari pengayoman Hindu terus mendengungkan narasi yang memojokkan Sampradaya. Bahkan polemik telah berujung pada penutupan sejumlah asrham Sampradaya. 
BPD BALI