Dosen FKIK Universitas Warmadewa Raih Lulusan Terbaik Wisuda ke-177 Program Doktor Universitas Udayana

IMG-20260822-WA0037
Dr. dr. Pande Naya Kasih Permatananda, M.Biomed., mendapatkan ucapan selamat dari Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D., pada Wisuda ke-177 Universitas Udayana, Sabtu (22/8/2026) di Puspem Badung. [foto:dok]

Terapi standar DM seperti metformin belum secara optimal menargetkan jalur-jalur tersebut. Oleh karena itu, diperlukan agen alternatif berbasis bahan alam, seperti Ocimum tenuiflorum (Tulsi) yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antihiperglikemik, antioksidan, dan antiinflamasi, namun perannya dalam menghambat progresivitas kerusakan hepar pada model hewan diabetes masih belum jelas.

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak etanol Tulsi terhadap kadar glukosa darah, malondialdehida (MDA), superoksida dismutase (SOD), tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), serta kerusakan hepar pada tikus diabetes.

Penelitian eksperimental murni pada tikus jantan usia 2–3 bulan dengan berat badan 200–300 gram yang diinduksi streptozotosin dosis 40 mg/kgBB selama 5 hari berturut-turut.

Tikus diabetes dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok P1 dan P2 yang mendapat ekstrak etanol Tulsi dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB, kelompok kontrol diabetes tanpa terapi (K1), dan kelompok kontrol awal diabetes (K2).

Kadar glukosa darah diukur dengan glucometri, sedangkan kadar MDA, SOD, dan TNF-α menggunakan metode ELISA. Kerusakan hepar dinilai berdasarkan persentase sel hepatosit yang mengalami degenerasi dan nekrosis pada preparat histopatologis.

Penelitian dr. Pande Naya menyimpulkan ekstrak etanol Tulsi berpotensi menghambat progresivitas kerusakan hepar pada tikus diabetes melalui penurunan hiperglikemia serta modulasi stres oksidatif dan inflamasi. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top