Dorong Inovasi Pangan Lokal, Buleleng Gelar Lomba Kreasi Kuliner

pangan3
Lomba inovasi pangan local

"Tidak boleh ada yang interlokal maupun internasional. Jadi betul-betul ini lokal, sehingga nanti jurinya betul-betul bisa menilai ini apakah asli Buleleng atau nanti impor dari luar," tegas Sutjidra.

Bupati Sutjidra menyoroti kekayaan sumber daya pangan Buleleng yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan, hingga perikanan. Menurutnya, potensi tersebut baru akan memberi nilai tambah apabila diolah menjadi produk yang inovatif dan berdaya saing. Tema lomba tahun ini yang mengangkat sukun sebagai komoditas unggulan dinilai menjadi bukti nyata dari upaya tersebut.

"Potensi tersebut akan memberikan nilai tambah apabila mampu diolah menjadi produk yang inovatif, memiliki cita rasa yang baik, aman dikonsumsi, bernilai gizi, dan memiliki daya saing di pasar," ungkapnya.

Kepada seluruh peserta, Bupati Sutjidra mengajak untuk menjadikan lomba ini sebagai sarana belajar dan membangun jejaring usaha, bukan semata soal menang atau kalah. Ia berharap kreasi yang lahir dari lomba dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

"Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah lahirnya inovasi baru yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng," ujarnya.

Bupati Sutjidra juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pangan lokal melalui pemberdayaan petani, penguatan UMKM pangan, serta rencana kerja sama dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Buleleng. Sehingga  hotel-hotel di Buleleng memanfaatkan produk UMKM setempat serta bahan pangan lokal. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top