Dokter Wayan Praktik di Moksa, Ubud. Hari Pertama Tangani 25 Pasien

Buka dari pukul 14.00 hingga 18.00 Wita

(Last Updated On: 13/05/2023)

Dokter Wayan memeriksa pasien di Moksa, Banjar Nyuh Kuning Ubud, Gianyar.

 

GIANYAR – fajarbali.com | Belakang ini, nama dokter Wayan sedang viral karena kondisi rumahnya yang beralamat di Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang ramai disorot media mainstream dan media sosial.

Publik pun dibuat heran lantaran rumahnya tidak seperti dokter pada umumnya yang identik dengan kebersihan, rumah Dokter Wayan justru sebaliknya, dipenuhi sampah, terbengkalai meski tergolong rumah mewah.

Namun, Dokter Wayan tetap melayani pasien di rumahnya itu karena dia dikenal sosok baik dengan biaya pengobatan murah. Setelah viral, keluarganya dari Bali pun menjemputnya.

Begitu mendengar kedatangan Dokter Wayan ke Bali, Founder Yoga Ketawa Sri Aji Adi Guru Siwa Ambara, berinisiatif mengajak Dokter Wayan terapi yoga ketawa di Moksa, Banjar Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar.

“Begitu dengar Dokter Wayan tiba di  Bali, saya langsung ajak terapi yoga ketawa untuk penyadaran diri,” kata Guru Siwa Ambara dikonfirmasi dari Denpasar, Jumat (12/5/2023).

Menurutnya, Dokter Wayan orang cerdas dan baik. Sekarang yang dia butuhkan adalah pekerjaan (praktik) untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.

Karena itu, beberapa maha guru yoga dan murid sejati bergotong royong memfasilitasi tempat praktik, lengkap dengan bantuan peralatan medis dasar, serta obat-obatan.

Founder Yoga Ketawa Sri Aji Adi Guru Siwa Ambara bersama Dokter Wayan.

Hari pertama praktik di Moksa, Nyuh Kuning, Jumat kemarin, Dokter Wayan sudah diserbu 25 pasien. Dia buka dari pukul 14.00 hingga 18.00 Wita.

“Berbagai keluhan pasien telah beliau cek tadi. Ada juga yang langsung dikasi obat,” jelas Guru Siwa Ambara.

Guru Siwa Ambara pun brencana membantu membuatkan tempat praktik di depan rumah Dokter Wayan, di Banjar Penida, Batuan, Sukawati.

Di sela memeriksa pasien, Dokter Wayan mengaku punya niat mengabdi untuk masyarakat Bali, dengan tidak memasang tarif ke pasien. Sifatnya hanya donasi.

“Tadi sebagain besar pasien hanga kontrol,” jelasnya. (Gde)

Next Post

Dulu jadi Peraih Suara Terbanyak, Kini Nyoman Satria Beri Kesempatan Kader Muda

Sat May 13 , 2023
Satria yang sudah empat kali menjadi anggota DPRD Badung ini kembali pun masuk daftar Caleg di posisi yang sama. Namun, pileg kali ini pihaknya tidak ingin menargetkan suara terbanyak. 
Screenshot_20230513_121007_Instagram

Berita Lainnya