Djarum Trees For Life Ajak Mahasiswa Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pemogan, Bali

"Oleh karenanya, kami akan selalu berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam pelestarian Mangrove di Indonesia,” tegas Supanji.

Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Inge Retnowati, M.E. menyebut Mangrove mempunyai kemampuan menyimpan cadangan karbon 4 sampai 5 kali lebih besar dari tanaman hutan di daratan, sehingga jika semakin banyak lahan Mangrove yang dibuka, maka akan semakin membantu dalam pengendalian iklim.

"Untuk memaksimalkan nilai ini, perlu kerja sama berbagai pihak, dari kementerian, akademisi hingga peran swasta. Kami mengapresiasi upaya Djarum Trees for Life, termasuk dengan mengajak mahasiswa untuk sedari awal memahami upaya pelestarian mangrove untuk masa depan ini," ujar Inge.

Dalam kesempatan tersebut, DTFL juga bekerja sama dengan Dr. Soni Trison, S.Hut., M.Si, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meluncurkan studi singkat bertajuk “Pengelolaan Hutan Mangrove dalam Rangka Mitigasi Degradasi Ekosistem dan Penguatan Karbon Biru.”

Soni mengalkulasi, upaya DTFL dan mahasiswa ini dapat mendukung penyerapan 468,69 ton per hektar emisi karbon di Provinsi Bali, yang dapat dicapai dalam 20 tahun ke depan. Setelah tanaman tumbuh pada usia 10 tahun, masyarakat juga dapat memanfaatkan nilai guna langsung dari hutan Mangrove untuk budi daya kepiting, serta memproduksi berbagai produk turunan dengan nilai mencapai Rp17 juta per Ha per tahun.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top