SEMARAPURA-Fajar Bali, Pasca penemuan jenazah I Nyoman Cita (50) atau Nyoman Colik tersebut di alur sungai, sekitar Tukad Bubuh, tepatnya di jalan menuju perumahan Pesona Lepang dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (2/7/2026) pagi, adik korban, I Ketut Buda Ana menyampaikan sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga. Selanjutnya keluarga memutuskan untuk memberi izin agar dilakukan autopsi di RSUP Prof. Ngoerah.
Mengingat luka-luka pada tubuh korban yang dinilai tidak wajar. Di samping itu, keluarga juga semakin curiga karena sejumlah perhiasan yang dikenakan korban hilang. Menurut Buda Ana, perhiasan yang hilang berupa kalung emas seberat sekitar 70 gram beserta liontin emas Antam.
"Kami setuju dilakukan autopsi karena ada luka-luka di tubuh korban. Selain itu, kalung emas dan liontinnya tidak ada, sedangkan cincin yang dipakai masih ada,"ujarnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan, anggotanya masih melakukan penyusuran untuk mencari barang bukti lain seperti baju dan celana korban. Selain itu, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya, saksi dari pihak keluarga, warga di sekitar warung milik korban, hingga warga yang berada di sekitar lokasi saat korban pertama kali dilaporkan hilang.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan apakah luka pada tubuh korban disebabkan benda tajam seperti pisau atau pecahan kaca. Saat ini kami belum bisa menyimpulkan sebelum hasil autopsi dan pemeriksaan forensik keluar," terangnya. W-019










