Diskes Disebut Kurang Sigap Tangani DBD

 

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati pihaknya akan selalu melayani masyarakat jika memang melaporkan adanya indikasi DBD dilingkungnya. Namun jika tidak ada indikasi tentu pihak Diskes tidak menganjurkan fogging secara mandiri. Namun Diskes berkilah tidak tau menau terkait adanya fogging mandiri. Masyarakat pun tidak pernah melapor bila akan mengadakan foging madiri, sehingga mereka tidak mengetahui bila adanya fogging. Mereka beralasan jika megetahui adanya fogging sudah pasti mayarakat akan dibina.  "Jika kita mengetahui adanya foging mandiri tentu kita akan bina, untuk tidak melanjutkan kegiatan fogging,"  jelasnya.

 

Dibeberkannya, tidak sembarang obat-obatan bisa digunakan untuk foging. Selain itu dampak lingkungan yang ditimbulkan juga sangat membahayakan bila salah dalam pemilihan obat dan fogging dilakukan berlebihan. Dirinya memgimbau masyarakat tetap melakukan PSN sebagai pencegahan. Diskes akan bergerak melayani namun dengan tetap memperhatikan protokler pelaksanaan fogging. "Jika memang di lingkungan masyarakat terindikasi DBD tentu kita akan lakukan fogging sesuai dengan protap, dan dibarengi dengan PSN jika tanpa PSN semua hal akan percuma," ungkapnya.

 

Terkait turunnya anggaran penanganan DBD, dr. Cahyani pun membantah penurunan anggaran penanganan DBD. Pihaknya beralasan lantaran salah memperkirakan siklus lima tahunan DBD. Dimana dulu pada tahun 2016 DBD menjadi kasus luar biasa. Namun tahun ini baru menyentuh tahun ke empat tapi angkanya sudah tinggi. Sehingga pihaknya telah mengantisipasi dengan merelokasi anggaran. "Harusnya puncaknya tahun 2021 tapi baru tahun keempat angka kasus DBD sudah sangat tinggi, sehingga anggaran sudah dirasionalisasi," tuntasnya.(gds).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top