Meskipun hasil pemeriksaan laboratorium Balitbangkes menunjukkan hasil negatif COVID-19, kata Suarjaya, bukan berarti pasien-pasien yang sebelumnya berstatus pengawasan itu boleh pulang. "Bukan berarti hasilnya negatif pasien langsung sembuh dan boleh pulang. Intinya mereka mengidap penyakit bukan COVID-19 dan ini masih tetap dirawat hingga sakit yang dideritanya benar-benar sembuh. Terhadap pasien yang hasil lab-nya negatif, selanjutnya tidak lagi dirawat di ruang isolasi, tetapi di ruang RS sesuai dengan jenis penyakit yang diidap," jelasnya.
Ditanya terkait kemungkinan dari 19 pasien positif COVID-19 yang telah dirilis Kemenkes adakah dari Bali, Suarjaya mengatakan hingga kini tidak ada pasien positif dari Bali. "Kan tidak menyebutkan darimana, masak dibilang dari Bali? Nggak ada kan? Di luar Jakarta itu tidak tahu darimana. Saya juga tidak dikasih informasi resmi," ucapnya.
Suarjaya mengatakan ada tidaknya pasien yang positif COVID-19 di Bali, pengawasan di pintu-pintu kedatangan di Bandara Internasional Ngurah Rai tetap dilaksanakan secara ketat. "SOP sudah ada, dari dulu juga ketat, tidak ada yang dikendorin," katanya. (dar).










