Kadis Juartawan mengatakan bahwa pengembangan dari aplikasi ini masih melalui evaluasi karena setelah diterapkan ke beberapa elemen masyarakat terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya gadget yang tidak mensupport keberadaan aplikasi tersebut dengan mengharuskan minimal gadget dengan android versi 8 dengan spesifikasi RAM 2 Gigabyte. “Kemungkinan jika seluruh masyarakat umum sudah bisa di daftarkan baru disana ada dampak dari sisi pelayanan publiknya,” harapnya. Selain pelayanan online yang tersedia untuk membantu masyarakat, terlepas dari daerah Kabupaten Buleleng yang memiliki topografi Nyegara Gunung tentunya hal tersebut menimbulkan kendala perihal sinyal dan moda transportasi masyarakat dalam kepengurusan langsung ke pusat pelayanan.
Menyikapi hal tersebut Disdukcapil juga menerapkan sistem jemput bola melalui program Sidakep merupakan singkatan dari Siap Datang ke Rumah Penduduk yang dikhususkan untuk Perekaman KTP pada masing-masing desa di Kabupaten Buleleng khusus melayani masyarakat dengan wilayah susah mendapatkan sinyal, dalam keadaan sakit, dan kaum disabilitas yang terkendala mobilisasi. Teknis pelayanan tersebut menggunakan mobil pelayanan yang sudah dilengkapi sarana prasarana (Sarpras) pembuatan administrasi kependudukan. Sekarang program layanan Sidakep juga difungsikan dengan pelayanan langsung ke masing-masing sekolah yang bernama “Dukcapil goes to school” pada bulan agustus 2022 ini sudah melayani sekolah SMA/SMK di empat kecamatan yang terdiri dari Buleleng, Busungbiu, Banjar, dan Gerokgak dengan total terlayani mencapai 3000 siswa dengan sasaran umur 16-17 tahun.










