Jika mahasiswa bersangkutan tidak tamat ungkapnya, wajib mengembalikan segala biaya ke Pemkab Badung. “Pokoknya harus tamat. Kalau tidak ya dia harus mengembalikan semua biaya yang dikeluarkan pemerintah. Ini semacam ikatan dinas. Makanya kami mencari yang memang berprestasi,” terang mantan Kepala SMAN 1 Kuta Selatan ini.
Ia pun mengajak putra-putri Badung yang berprestasi tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Hanya saja diakui sebagai tahap awal, pihaknya hanya menyiapkan kuota sebanyak 20 mahasiswa. Untuk kampus dan negara yang dituju bebas sesuai keinginan mahasiswa. “Untuk kuota kita dibatasi anggaran. Tahun ini maksimal sekitar 20 orang. Untuk negaranya, bebas mau kuliah dimana. Australia, Eropa silahkan. Nanti semua biaya ditanggung Pemkab Badung,” tegasnya lagi. (put)










