Diprotes Dewan, Puskesmas Banjarangkan II Segera Direlokasi

Kondisi Puskesmas Banjarangkan II yang berlokasi di Dusun Banda, Desa Takmung sempat menjadi sorotan dalam sidang paripurna di DPRD Klungkung. Puskesmas tersebut dinilai tak representatif dan fasilitas belum memadai. Oleh karena itu, pada tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kabupaten Klungkung berlahan-lahan akan merelokasi puskesmas tersebut

 

SEMARAPURA-fajarbali.com | Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengungkapkan, jajarannya sudah melakukan pembahasan terkait  relokasi Puskesmas Banjarangkan II. Rencananya, puskesmas tersebut akan dipindah ke tempat yang lebih representatif, yakni di Dusun Losan, Desa Takmung. Di lokasi tersebut, sudah tersedia lahan seluas 14 are. Sebagai langkah awal pada APBD 2018, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 juta. Dana itu akan digunakan untuk pembuatan Detail Enginering Design (DED).

Lebih lanjut, Bupati Suwirta menegaskan, anggaran relokasi Puskesmas Banjarangkan II akan diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Yang mana pembangunanya diharapkan sudah terealisasi pada tahun 2019 mendatang. “
Mudah-mudahan 2019 pembangunan bisa dilakukan,” harapnya beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Banjarangkan II, Maria Wahyu Daruki sangat mengapresiasi bila ada rencana relokasi. Menurutnya, bangunan yang sudah ada saat ini memang belum memadai. Utamanya, lahan parkir yang sangat terbatas. Di samping itu, ruang pelayanan juga belum sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan. Yang mana harus ada area stril dan nonsteril di pelayanan rawat inap. Demikian juga dengan ruang rawat inap. Antara pasien laki-laki, perempuan, dan anak-anak harus dipisahkan. Sedangkan saat ini hanya disekat dengan gorden saja.

 “Kami tidak menyebut bangunan sekarang tidak layak. Tetapi sesuai Permenkes terbaru, harus ada penyesuaian. Seperti layanan rawat inap, memerlukan area steril dan non steril,” ungkapnya sekaligus berharap hal tersebut terpenuhi saat relokasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fraksi Hanura dalam paripurna Senin (13/11) yang mengagendakan pembahasan Ranperda APBD Klungkung tahun anggaran 2018,  Putu Sri Handayani yang bertugas membacakan pandangan umum fraksinya,  menyampaikan mengenai kondisi UPT Puskesmas Banjarangkan I dan II. Yang mana  lokasi kedua puskesmas tersebut dinilai kurang strategis dan sempit. W-019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jalan Jebol, Warga Tutup dengan Pohon Pisang

Kam Nov 16 , 2017
Lantaran berlubang dan jebol, jalan di Kelurahan Sangkaragung dipasangi tanda bahaya dengan menggunakan batang pohon pisang dan ranting tanaman,Kamis (16/11/2017). Jebolnya, jalan utama di kelurahan itu, sudah sering dikeluhkan warga setempat, karena sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.