Denpasar-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat, terlebih saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali terus menggencarkan dan mewujudkan inovasi untuk mengantisipasi terjadinya penularan virus di tengah-tengah masyarakat.
Tak hanya fokus dalam penanggulangan Covid-19, Dinkes Bali juga berupaya mengantisipasi mewabahnya jenis penyakit lainnya, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Saat ini Dinkes Bali tengah melakukan inovasi dan mengoptimalkan Sosialisasi Sistem Pelaporan Albovirosis (SIARVI) yang nantinya akan digunakan untuk memantau perkembangan DBD di Bali. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Sudiyasa, SKM, M.Kes mengatakan, selama ini pelaporan kasus DBD di Bali hanya dilakukan secara manual. Dimana, setiap tanggal 10 tiap bulannya Dinas Kesehatan di sembilan Kabupaten/Kota di Bali mengirim laporan ke Provinsi terkait perkembangan DBD di wilayah mereka masing-masing.
"Dan kami di Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga sering meminta data tersebut setiap minggunya ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Bali. Ini dilakukan untuk update kasus bagi yang membutuhkan seperti media serta penanganan kasus sejak awalnya. Dengan diadakannya SIARVI yang dirancang Kementerian Kesehatan ini, kami berharap program yang kita lakukan bisa berjalan sesuai dengan harapan masyarakat," jelasnya, Selasa (28/12).










