Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata Badung Masuk Top Inovasi Pelayanan Publik 2023

Kadis pertanian presentasi

 

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan dilaksanakannya adaptabilitas pembangunan Asparagus tidak berbeda jauh dengan komoditas pertanian lainya, sepanjang iklim dan lahan yang tersedia cocok dengan kriteria yang dibutuhkan untuk pengembangan asparagus, maka inovasi ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan di daerah lainnya. Ada empat strategi yang ditetapkan dalam pengembangan asparagus di Badung Utara yakni lokal tetapi global, dimana dijadikan sayuran asparagus produk khas Desa Pelaga. Kemandirian dan kreativitas (Self Reliance Creativity). Pengembangan SDM (Human Resources Development). Menumbuhkan ikon unggulan (Number One or Only One). 

“Upaya replikasi program saat ini, dikelompokan menjadi dua model, yakni replikasi internet yang dikembangkan di Desa lainya di wilayah Badung Utara. Replikasi eksternal, terutama oleh daerah-daerah yang berminat seperti petani nepal, kelompok tani dari kalimantan, maupun wilayah lainya. Dari strategi penguatan berkelanjutan, disediakanya anggaran melalui APBD Kabupaten Badung. melakukan pembinaan, pendampingan oleh PPL pemantauan maupun evaluasi. Melaksanakan promosi melalui berbagai event seperti adanya event Badung Promo Tani, temu usaha, Badung Go Tani. Menerima supervisi dan pembinaan dari Kementerian, Lembaga, maupun OPD terkait. Membantu sarana dan prasarana serta pelatihan bagi petani asparagus,” jelasnya.

Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata I Nyoman Rudiarta, juga memaparkan presentasinya mengenai keamanan, kenyamanan dan kemudahan akses layanan Sistem Informasi Pariwisata (SITA) berbasis digital dari Dinas Pariwisata Badung. Dijelaskan, lima bidang prioritas pembangunan Kabupaten Badung yakni pangan sandang dan papan, Kesehatan dan pendidikan, Bidang sosial dan ketenagakerjaan, Adat, agama tradisi, seni dan budaya, Pariwisata.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top