“Keseluruhan rangkaian ini kita hadirkan sebagai sebuah ekosistem kebudayaan yang tidak hanya berbicara mengenai seni pertunjukan, tetapi juga tentang pengetahuan, kreativitas, ekonomi masyarakat, teknologi dan masa depan Buleleng,” terang Bupati Sutjidra.
Bupati Sutjidra juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seniman dan pelaku budaya atas dedikasinya dalam melestarikan kesenian, adat dan budaya Buleleng.
“Teruslah berkarya menjaga tradisi dan melakukan inovasi. Kepada generasi muda kenali, cintai, dan banggalah pada budaya anda. Ketika rasa terhadap budaya tetap hidup, identitas kita terjaga dan budaya menjadi kekuatan pembangunan,” ungkapnya.
Sementara Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan Buleleng Festival menjadi wadah untuk menunjukkan karakter khas kesenian Buleleng. Kuatnya pengaruh gaya kesenian Buleleng bagi Bali harus tetap dijaga dan dikembangkan serta diapresiasi oleh seluruh komponen masyarakat.
“Mari kita teguhkan komitmen untuk melanjutkan gelora kesenian di Bumi Panji Sakti. Mari kita pacu semangat dan kreativitas dan secara konsisten melakukan regenerasi seniman-seniman muda,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi dan mempersiapkan festival ini. Ini menjadi bukti atas komitmen dan kerja nyara pemerintah daerah untuk mengaktualisasi upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali sesuai dengan Perda Provinsi Bali nomor 4 tahun 2020.










