“Makna uriping yang berarti hidup dan rasa berarti hredaya/hati menegaskan bahwa budaya bukan sekedar tontonan, melainkan pengalaman batin yang membimbing tindakan kita sesuai dengan dharma,”ucapnya.
Uriping Rasa mengajak semua untuk menjaga rasa hormat kepada leluhur, cinta pada tanah kelahiran, kebanggaan identitas, kepedulian terhadap lingkungan dan sesame, serta tanggungjawab mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Memiliki perjalanan sejarah yang panjang dari masa kerajaan hingga era digital kini, Bupati Sujidra mengingatkan bahwa masyarakat Buleleng mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
“Kita ingin menunjukkan bahwa tradisi buan sesuatu yang harus ditinggalkan ketika zaman berubah,”ucap Sutjidra.
Sebaliknya, tradisi harus mampu menemukan ruang baru agar tetap hidup, relevan, dan dapat diterima generasi masa kini. Atas dasar itulah, Pemerintah Daerah menggelar Buleleng Festival selama enam hari dari tanggal 18-23 Agustus 2026 untuk menyuguhkan berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, dan inovasi kepada masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun mancanegara.
Beragam kegiatan kesenian tradisional dan modern digelar pada dua zona panggung. Zona A yang merupakan panggung utama di Tugu Singa Ambara Raja serta Zona C yaitu kawasan Catus Pata Singaraja. Pagelaran seni juga berlangsung dikawasan Kantor BKAD dan DPRD Kabupaten Buleleng.
Sementara itu di Gedung Wanita Laksmigraha dan Galeri Singa Ambara Raja menjadi etalase produk UMKM, Kriya, dan juga kerajinan tangan. Kawasan Ruang Terbuka Hijau Rumah Jabatan Bupati memamerkan Buleleng Digital Expo, Aneka kuliner disajikan disepanjang jalan Veteran dan sekitarnya, dan Sarasehan dan seminar dilaksanakan di Wantilan Sasana Budaya.










