Beberapa waktu yang lalu, Fraksi Golkar meminta kepada Pemprov Bali untuk tidak hanya sekedar berfokus pada kesiapan New Normal saja, namun juga harus ada upaya penyediaan lapangan kerja. Disamping itu, komitmen Gubernur Bali Wayan Koster terhadap penguatan fundamental ekonomi di Bali juga harus diwujudkan. Salah satunya di sektor pertanian. Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja bersama anggota Fraksi Wayan Gunawan dan Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali Made Dauhwijana.
Mereka menilai, dua hal tersebut perlu didorong secara maksimal oleh Pemprov Bali. Pasalnya, sejak adanya Pandemi Covid-19, banyak sektor yang terdampak. D Bali, sektor pariwisata menjadi lumpuh. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya. “Kami memandang, dengan dimulainya Tatanan Kehidupan Era Baru, penerapan protokolnya harus dibarengi dengan dibukanya kembali kran lapangan pekerjaan dan usaha. Tidak cukup juga dengan protokol kesehatan saja. Soal perekonomian di Bali juga harus ditumbuhkembangkan juga,” kata Rawan.
Begitu juga dengan penyeimbangan fundamental perekonomian yang difokuskan pada sektor pertanian. Sehingga, pertanian bisa menjadi “pelapis” sektor pariwisata yang selama ini menjadi primadona Bali.
Untuk mengangkat sektor pertanian, bisa dimulai dengan realisasi anggaran melalui APBD. Mengingat, alokasi anggaran pertanian masih kecil, yakni dibawah dua persen.
“(Anggaran) sektor pertanian masih kecil. Minimal lima persen dari APBD Bali yang harus dianggarkan untuk pertanian,” katanya.










