BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Berbagai wacana Pemerintah untuk bisa meringankan beban masyarakat yang tengah dilanda wabah Covid-19, nyatanya sampai saat ini belum bisa sepenuhnya direalisasikan di Kabupaten Bangli. Salah satunya terkait penangguhan kredit bank dan bantuan langsung tunai (BLT). Yang mana, terkait BLT sebesar Rp 600.000 per bulan per keluarga, kemungkinan masih dalam tahap pendataan. Dalam hal ini, Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles mendorong dinas terkait untuk melakukan pendataan yang benar-benar valid dan transparans supaya bantuan yang diberikan tepat sasaran serta tidak tumpang tindih. “Terkait BLT, Pemerintah Propinsi maupun Kabupaten semestinya menindaklanjuti dari awal. Jangan sampai masyarakat hanya bisa terus berharap dan jadi resah karena tidak ada kejelasan,” ungkap Komang Carles, Kamis (14/05/2020).
Dampaknya, bantuan yang sangat diharapkan masyarakat ditengah wabah Corona saat ini, justru masih berkutat di dalam pendataan saja. Padahal acuannya, sudah jelas bagi penerima manfaat BLT tersebut. “Dalam hal ini, datanya harus betul-betul valid sehingga tepat sasaran. Jangan sampai warga mampu dan tidak sesuai syarat yang justru mendapatkannya,” tegasnya. Seperti dicontohkan di daerah kelahirannya di desa Batur, Kintamani, pihak desa telah melakukan survey agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan nanti masyarakat juga diberi kesempatan menilai. “Yang saya herankan juga, masalah keringanan suku bunga dan kredit. Selama ini, Pemerintah gembar-gembor soal keringanan suku bunga, tapi tidak ada apa-apa juga,” sesalnya.










