Maka yang paling penting untuk disadari, kata Dewa Palguna, bahwa Pancasila lah yang menyatukan seluruh elemen sehingga menjadi bangsa Indonesia, tanpa Pancasila bangsa ini tidak akan pernah ada.
Mantan anggota MPR RI Periode 1999- 2004 ini melanjutkan, penguatan ideologi kebangsaan dan implementasi Pancasila perlu diperkenalkan sejak dini dengan memasukannya ke dalam kurikulum pendidikan dasar bahkan taman kanak-kanak.
“Bahkan dari taman kanak-kanak perlu diperkenalkan prinsip kebangsaan dengan cara yang mudah dipahami. Lewat kurikulum pendidikan dasar sampai perguruan tinggi,” imbuhnya.
“Pancasila itu mesti dikenali dulu, baru kemudian ada proses internalisasi atau pendarahdagingan, setelah itu baru menjadi sikap. Pengenalan itu masih berada di ranah kognitif. Sekarang ini, menurut saya untuk ranah kognitif saja belum seluruhnya,” jelan pria kelahiran Bangli, 24 Desember 1961 ini.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak mesti lewat pendidikan formal yang berlangsung beberapa jam saja dalam sehari. Nilai-nilai Pancasila bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari permasalahan dalam lingkup keluarga.
“Dengan begitu, maka kita bisa mencegah radikalisme baik yang yang lahir dari radikalisme keluarga ataupun agama dan suatu golongan lainnya. Karena ketika itu menjadi bagian dari sehari-hari maka akan jadi masalah biasa dalam keluarga sehingga pikiran terbuka itu akan terbentuk,” pungkasnya.
g
(Kiri-kanan) Rektor UNR, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti,MM.,M.Hum.,Ketus (MKMK) Dr. I Dewa Gede Palguna, SH., MH., dan Dekan Fakultas Hukum UNR, Dr. I Wayan Putu Sucaya Aryana SH., MH., CMC.










