Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat solusi Cegah Kanker

 

“Sebenarnya kanker bisa dicegah. Kalau kita bisa temukan sejak awal, pasti bisa disembuhkan. Pengobatannya pasti lebih mudah, lebih murah, dan hasilnya pasti bagus. Sedangkan kalau kankernya kita temukan sudah tingkatan penyakit yang lanjut. Pengobatannya jadi susah, mahal, dan hasilnya tidak ada,” ucapnya.

 

Menariknya, dr Sudarsa mendapatkan temuan bahwa sebanyak 67 persen penderita kanker terlambat datang ke rumah sakit setelah melakukan pengobatan di luar medis dan semacamnya tidak membuahkan hasil.

 

“Pasien padahal setahun lalu sudah tahu menderita kanker. Stadiumnya mungkin masih awal waktu itu. Tapi karena melakukan berbagai pengobatan di luar medis, dan ternyata tidak mendapat hasil apapun, akhirnya satu tahun kemudian baru datang ke rumah sakit dengan kondisi kanker sudah stadium lanjut. Ini data yang saya dapatkan selama menangani pasien kanker di RSUP Sanglah. Dari 10 penderita, mungkin yang bilang sembuh (setelah pengobatan di luar medis) hanya satu orang. Sedangkan 9 orangnya bilang gak sembuh,” katanya.

 

dr Sudarsa menambahkan, pemicu kanker sangat banyak. Misalnya faktor gaya hidup, pola makan, infeksi, paparan, polusi, dan lain-lain. Kanker bisa muncul dari bagian tubuh manapun. Berawal dari satu sel normal, kemudian dipicu beberapa faktor, maka sel tersebut bisa berubah menjadi sel kanker.

 

Umumnya kanker dialami pasien berusia lebih tua. Namun saat ini, kata dr Sudarsa, ada kecenderungan kanker dialami oleh manusia bergeser ke usia produktif. Banyak faktor, termasuk perubahan gaya hidup.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top