Deteksi Dini Anemia dan Kesehatan Mental Remaja, Poltekkes Kemenkes Denpasar Kembangkan Program Genta di SMAN 2 Denpasar 

IMG-20260623-WA0027
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk GENTA (Generasi Tanpa Anemia dan Gangguan Mental) yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan remaja melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk GENTA (Generasi Tanpa Anemia dan Gangguan Mental) yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Denpasar.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan remaja dalam mendeteksi dini anemia dan risiko masalah kesehatan mental sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas generasi muda.

Pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Bdn. Ni Wayan Armini, SST., M.Keb selaku ketua tim, bersama anggota tim dosen Bdn. Ni Nyoman Suindri, S.Si.T., M.Keb dan Gusti Ayu Marhaeni, SKM., M.Biomed, serta didukung oleh mahasiswa Jurusan Kebidanan dan Teknologi Laboratorium Medis (TLM), yaitu Widhia Shanti, Wenny, Pritha, Tia, Ria, Rafika, Sudharma, dan Diah Pramita.

Armini menjelaskan, masa remaja merupakan periode yang sangat penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Permasalahan anemia dan kesehatan mental pada remaja perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak terhadap kesehatan reproduksi, prestasi belajar, produktivitas, serta kualitas hidup di masa depan.

"Remaja yang sehat secara fisik dan mental akan tumbuh menjadi generasi yang lebih produktif dan berkualitas. Oleh karena itu, deteksi dini anemia dan masalah kesehatan mental perlu dilakukan sejak usia sekolah melalui pendekatan pemberdayaan remaja sebaya. Melalui Program GENTA, kami berupaya meningkatkan kemampuan remaja untuk mengenali dan melakukan deteksi dini terhadap masalah kesehatan yang mereka alami maupun yang dialami teman sebayanya," ungkap Armini.

Kegiatan diawali dengan pelatihan dan edukasi kepada siswa-siswi yang dipilih sebagai kader remaja sebaya. Materi yang diberikan meliputi pengenalan anemia pada remaja, faktor risiko dan dampaknya terhadap kesehatan, kesehatan mental remaja, teknik skrining kesehatan mental, pentingnya konsumsi tablet tambah darah, serta prosedur pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb).

BACA JUGA:  Bupati Gianyar Keluarkan Intruksi Tidak Ada Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Agar Tidak Ada Siswa Putus Sekolah

Para kader tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pelatihan praktik sehingga mampu melakukan pemeriksaan dan pendampingan kepada teman sebayanya secara mandiri dengan supervisi tim pengabdi.

Setelah menyelesaikan pelatihan, kader remaja yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan tersebut melakukan skrining kadar hemoglobin terhadap 184 remaja putri di SMA Negeri 2 Denpasar.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 11 remaja putri (5,9 persen) teridentifikasi mengalami anemia, sedangkan sebagian besar lainnya memiliki kadar hemoglobin dalam batas normal.

Selain skrining anemia, tim pengabdi juga melaksanakan skrining kesehatan mental terhadap 239 siswa dan siswi menggunakan instrumen yang telah terstandar.

Hasil skrining menunjukkan bahwa 41 siswa (17,2 persen) mengalami gejala kecemasan (anxietas) ringan dan depresi ringan. Selain itu, 21 siswa (8,8 persen) teridentifikasi memiliki gejala anxietas dan depresi pada kategori ringan hingga berat. Secara keseluruhan, 62 siswa (25,9 persen) menunjukkan gejala atau risiko masalah kesehatan mental berdasarkan hasil skrining, sehingga memerlukan perhatian, pemantauan, dan tindak lanjut lebih lanjut oleh pihak sekolah bersama tenaga profesional yang berkompeten.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Berbagai tekanan akademik, sosial, keluarga, maupun perubahan perkembangan pada masa remaja dapat memengaruhi kondisi psikologis siswa apabila tidak ditangani secara tepat.

Anggota tim pengabdi, Bdn. Ni Nyoman Suindri, S.Si.T., M.Keb, menyampaikan bahwa pendekatan kader sebaya dipilih karena remaja cenderung lebih terbuka kepada teman seusianya. Melalui kader yang telah terlatih, diharapkan pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Gusti Ayu Marhaeni, SKM., M.Biomed, menambahkan bahwa skrining kesehatan sejak usia remaja sangat penting untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan lebih awal sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat dan cepat.

BACA JUGA:  Penyerahan Donasi dan Penutupan DENTIN HMKG FK Unud 2022 di Desa Taro, Gianyar

Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim pengabdi melakukan koordinasi dengan pihak SMA Negeri 2 Denpasar guna menyusun langkah-langkah pendampingan berkelanjutan. Evaluasi ulang terhadap kadar hemoglobin pada siswa yang teridentifikasi anemia akan dilakukan untuk memantau perbaikan status kesehatan mereka.

Selain itu, siswa yang menunjukkan gejala atau risiko masalah kesehatan mental akan mendapatkan perhatian khusus melalui pemantauan dan pendampingan lebih lanjut oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK), pihak sekolah, orang tua, serta tenaga kesehatan terkait.

Kepala SMA Negeri 2 Denpasar, I Gede Eka Mahendra, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan Program GENTA dan menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi peserta didik.

"Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Program GENTA yang dilaksanakan oleh Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi siswa-siswi kami karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang anemia dan kesehatan mental, tetapi juga membantu mendeteksi kondisi kesehatan siswa secara dini.

Hasil kegiatan ini menjadi masukan yang sangat berharga bagi sekolah dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik," ujarnya.

Lebih lanjut, beliau berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu bentuk kerja sama yang berkesinambungan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah dalam meningkatkan kesehatan remaja.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Pendampingan dan pemantauan kesehatan remaja, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental, sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Kami juga berharap kerja sama yang telah terjalin dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang," tambahnya.

Program GENTA merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:  Open Donation dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih FK Unud

Melalui pemberdayaan kader remaja sebaya, deteksi dini anemia, serta skrining kesehatan mental, diharapkan tercipta generasi muda yang sehat secara fisik, tangguh secara mental, bebas anemia, dan siap menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top