Hingga saat ini, sebanyak 204 masyarakat desa telah terlibat dalam program dengan peningkatan pendapatan petani kopi mencapai 72%, penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 54 orang, serta 100% produk kopi terserap pasar. Program ini juga melahirkan dua sosok penggerak muda, Bernard Suryanto Langoday dan Philipus Donnie Kabe yang menjadi contoh nyata regenerasi petani muda di Bajawa.
Langkah ekspor ke Thailand ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Desa Sejahtera Astra Bajawa untuk menembus pasar internasional dan memperkuat posisi kopi Bajawa sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia. Melalui penerapan standar Good Agricultural Handling Practices (GAHP) serta dukungan pelatihan dari IPB University, para petani mampu menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas dataran tinggi Flores.
Pada kesempatan ini juga dilakukan peresmian rumah pengering kopi (greenhouse) yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kopi Bajawa. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis kopi berkelanjutan, sekaligus mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan inovasi produk turunan kopi.
Sejak diluncurkan pada tahun 2018, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.280 desa di 35 provinsi di Indonesia, dengan 468 desa berhasil melakukan ekspor dan total valuasi ekspor mencapai Rp349 miliar (2020–2024). Selain program Desa Sejahtera Astra, Astra juga telah membina lebih dari 19.000 UMKM melalui Yayasan Astra dan Grup Bisnis Astra.










