Deklarasi Dharma-Kerta Tunggu Hari Baik

Setelah terjadi tarik ulur di internal Koalisi Rakyat Bali (KRB) soal posisi, dari hasil pembahasan yang telah dilakukan beberapa, akhirnya mengerucut pada satu pasangan calon. Pasangan yang dimaksud adalah Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta).

 

DENPASAR-fajarbali.com | Ketua Pemenangan Pemilu Bali Nusra DPP Partai Golkar Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra mengatakan, berdasarkan aspirasi dari masyarakat, banyak yang menginginkan jika Pasangan Dharma-Kerta segera terwujud.

“Yang mengerucut ini adalah keinginan dari masyarakat ke KRB untuk melanjutkan paket Dharma-Kerta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/11/2017).

Kendati demikian, KRB tak bisa memastikan apakah paket tersebut sudah final. Pasalnya, masih menunggu rekomendasi resmi dari DPP masing-masing partai politik yang tergabung di KRB.

“Kalau pasti masih tidak bisa ditentukan. Tunggu komunikasi, peluang, dan waktu dari kandidat terlaksana. Baru kemudian itu pasti. Kami juga masih menunggu rekomendasi dari partai politik,” tandasnya.

Terkait posisi yang sebelumnya sempat menjadi perdebatan antara Rai Mantra dengan Sudikerta, Anggota DPR RI ini menyebutkan jika figur seorang Ketut Sudikerta bukan haus jabatan. Contohnya saja seperti pada Pilgub Bali 2013 yang lalu.

Saat itu, perolehan suara Partai Golkar terbesar kedua setelah PDIP. Sebagai ketua partai sekaligus kandidat, Ketut Sudikerta bersedia jadi nomor dua mendampingi Made Mangku Pastika. “Beliau (Ketut Sudikerta) itu bukan orang yang ambisius kekuasaan. Beliau ambisinya sangat besar untuk melayani masyarakat. Penilaian kami itu, Pak Sudikerta seorang negarawan sejati,” akunya.

Begitu juga soal rekomendasi Calon Gubernur Bali Pilgub Bali dari Partai Golkar diberika pada Ketut Sudikerta, Gus Adhi menyebut jika rekomendasi yang berlaku nantinya yakni Pasangan Calon bukan satu calon. Sehingga, apabila kedepan akan ada perubahan posisi, hal itu sangat dinamis dalam politik. “Rekomendasi DPP yang berlaku kan Pasangan Calon,” paparnya.

Terakhir, mengenai rencana deklarasi yang akan digelar oleh KRB pada tanggal 20 November,  Gus Adhi tak memungkiri hal tersebut. Akan tetapi, kemungkinan besar akan ditunda. Mengingat, tanggal yang dimaksud bukan hari baik untuk mengumumkan nama Pasangan Calon.

“Rencananya memang begitu. Tapi setelah kita lihat, Bali ini kan unik. Besok itu kurang baik. Jadi, kalau kita lihat sejarahnya itu, kurang pas untuk deklarasi,” pungkasnya. Yang jelas, saat ini KRB telah mengutus seseorang untuk mencari hari yang tepat untuk deklarasi.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta menjelaskan berdasarkan keputusan koalisi yang tergabung dalam KRB sudah mengerucut Paket Dharmakerta. Termasuk rapat internal Partai Golkar terakhir juga sepakat pasangan Dharmakerta, Demokrat juga usulkan Dharmakerta, Gerindra usulkan Dharmakerta, Nasdem juga menyampaikan Dharmakerta, PKS juga sampaikan Dharmakerta. 

“Artinya jika Golkar juga sudah menyampaikan setuju Paket Dharmakerta, ini artinya sudah final ya paketnya mengusung IB. Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Cagub dan Ketut Sudikerta sebagai Cawagub. Saya tegaskan sudah final pasangan calon yang diusung oleh Koalisi Rakyat Bali ini adalah Dharmakerta,” tegas Mudarta.

Mudarta menuturkan, jika pernyataan final baru bisa disampaikan sekarang lantaran keputusan sedikit alot dari sisi internal Partai Golkar yang awalnya Sudikerta yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali didorong sebagai calon gubernur, tetapi sesungguhnya dari sisi pribadi Sudikerta tidak pernah ngotot mau jabatan dan mau posisi apa saja. Sementara IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang merupakan Walikota Denpasar maju sebagai Cagub.

“Beliau fokus pengabdian kepada bangsa dan negara serta ngayah bagi rakyat Bali. Yang penting beliau dikasi kesempatan untuk ngayah bagi krama Bali. Itu yang saya petik dari jiwa besar Pak Sudikerta,” ungkap Mudarta.

“Kan yang ngotot selama ini kader ya, jika Pak Sudikerta sudah layak jadi gubernur, sementara Pak Sudikerta sesungguhnya hanya mengikuti mekanisme baik sebagai cawagub maupun cagub makanya saya diawal yakin beliau siap juga jadi cawagub,” imbuh Mudarta.

Mudarta mengakui jika deklarasi Dharmakerta yang direncanakan tanggal 20 November namun diundur kemungkinan menjadi tanggal 22 November atau paling telat akhir November ini. “Karena sebaiknya memang baiknya deklarasi Dharmakerta pada bulan November ini tapi mengenai tempat belum di putuskan lokasinya oleh tim KRB,” tutupnya. (her/kdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kuasa Hukum Yonda Bantah Klienya Lakukan Pungli

Ming Nov 19 , 2017
DENPASAR-fajarbali.com | Penetapan tersangka tehadap I Made Wijaya alias Yonda atas kasus dugaan pungli (pungutan liar) terhadap pengusaha watersport di Tanjung Benoa oleh penyidik Polda Bali akhirnya ditanggapi oleh kuasa hukumnya. Yonda, melalui kuasa hukumnya, Iswahyudi Edy P dan I Ketut Rinata, Minggu (19/11/2017)  membantah bila pungutan yang ditujukan kepada […]
BPD BALI