Debat Berbahasa Bali Tingkat SMA Berlangsung Sengit, Muncul Usulan Bangun Pasraman Berbahasa Bali Tiap Desa Adat

IMG-20250218-WA0008
Wimbakara Wiwada atau Lomba Debat tingkat SMA dalam ajang Bulan Bahsa Bali (BBB) VII berhasil menyedot penonton.

Selain itu, penyelenggaraan juga tampak lebih apik, sehingga menjadi lebih menarik. Para peserta yang tampil, telah mempersiapkan diri dengan baik, sehingga saat dekat semua peserta tampil tampil lancar.

Mereka menguasai bahan, termasuk data-data untuk memperkuat argumentasi mereka. “Kami bangga, peserta yang tampil kali ini semuanya lancar. Beda dengan dulu, ada yang macet, entah apa yang mengganjalnya,” bebernya.

Menurutnya, ajang lomba debat ini menjadi salah satu upaya dalam membumikan bahasa Bali di Bali. Sebab, para peserta dituntut untuk menguasai bahasa Bali, sehingga mampu debat menggunakan bahasa Bali.

“Kalau masih pola pikirnya bahasa Indonesia lalu dikeluarkan dengan bahasa Bali pasti akan kaku, bahkan sampai putus dan macet. Karena mereka masih berpikir, apalagi menyalinnya ke dalam bahasa Bali,” paparnya.

Ia kemudian menegaskan, diantara lomba yang ada, maka lomba debat ini yang paling mampu membumikan bahasa Bali untuk generasi muda. Lihat saja penampilan para peserta, hampir semuanya mampu berbahasa Bali yang baik.

Isi yang disampaikan para peserta hampir semuanya sudah sesuai dengan mosinya. Mereka juga mampu menguaraikan topik yang diangkatnya, baik itu untuk kelompok cumpu ataupun kelompok tangkas. Sebab, mereka tak hanya dituntut mampu berargumen, tetapi juga menguasai data untuk menguatkan argumen itu.

Sementara di Kalangan Angsoka berlangsung Wimbakara (Lomba) Nyurat Lontar yang diikuti oleh anak-anak setingkat SMP. Lomba ini diikuti oleh semua perwakilan kabupaten dan kota di Bali. Pada saat lomba berlangsung, peserta dari Kabupaten Buleleng menjadi perhatian, karena diwakili oleh seorang siswi sendiri.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top