Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Made Astika memaparkan khusus untuk SMP, pada 4 Oktober 2021 nanti PTMT dilakukan bukan untuk kegiatan belajar mengajar, namun untuk AN. PTMT untuk pembelajaran khusus SMP se-Buleleng baik itu Negeri maupun swasta dimulai pada 8 Oktober 2021. Selain itu, untuk jenjang PAUD, SMA dan SMK seluruhnya sudah bisa mulai PTMT pada 4 Oktober 2021.”Sementara untuk jenjang SD dan Satuan Pendidikan di wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia belum seluruhnya bisa melakukan PTMT. Dikarenakan masih terdapat guru dan pegawai yang belum divaksin dan belum mencapai angka 75 persen. SD yang sudah bisa melakukan PTMT ada 464 dan satuan Pendidikan di wilayah Kemenag RI sejumlah 57,”paparnya.
Dilokasi yang sama, Kepala Sekolah SMPN 1 Singaraja Ni Putu Karnadhi menjelaskan penerapan prokes dimulai dari siswa memasuki pintu gerbang. langsung cuci tangan, kemudian dilakukan scan pada kartu pelajar siswa yang dikalungkan. Disana akan terlihat data siswa, termasuk suhu tubuh dan vaksin. Nanti hasilnya itu akan masuk langsung ke web sekolah, dan bisa dilihat oleh orang tua siswa. Selain itu, waktu masuk dan pulang siswa juga sudah diatur. Siswa yang masuk pertama dijadwalkan mulai pada pukul 7.30 WITA. Kemudian lanjut waktu masuk siswa pukul 7.40 WITA. Begitu seterusnya, dengan tenggang waktu masuk 10 menit per kelas. Sehingga pertemuan siswa antar kelas itu bisa dibatasi.”Nanti pulang juga begitu, yang datang paling awal tentu pulang lebih awal. Orang tua murid juga sudah tau standar operasional kita. Jadi 10 menit sebelum pulang wali kelas sudah memberikan info di grup whatsapp, sehingga murid tidak terlalu lama menunggu untuk menghindari kerumunan saat pulang sekolah,”pungkasnya. W - 008










