Dari Tahu Menjadi Mampu: Perempuan Padangsambian Dilatih Deteksi Dini Kanker Payudara

IMG-20260624-WA0035
Peningkatan kapasitas Wanita Usia Subur (WUS) dan kader kesehatan di Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat. Kegiatan ini berlangsung pada 11 Juni 2026 di Kantor Kelurahan Padangsambian, Kota Denpasar. IST

PENINGKATAN KAPASITAS WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KELURAHAN PADANGSAMBIAN

KECAMATAN DENPASAR BARAT

 

 

Tim pengabdian kepada Masyarakat

Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar

 

 

Gusti Ayu Tirtawati, S.Si.T.,M.Kes

Dr. Ni Nyoman Budiani, S.SiT., M. Biomed

Ni Luh Putu Sri Erawati, S.Si.T.,MP

 

 

 

 

Dari Tahu Menjadi Mampu: Perempuan Padangsambian Dilatih Deteksi Dini Kanker Payudara

DENPASAR-fajarbali.com | Kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker payudara perlu dibangun sejak sekarang. Tidak cukup hanya mengetahui bahwa kanker payudara berbahaya, perempuan juga perlu memahami langkah sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri, yaitu pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas Wanita Usia Subur (WUS) dan kader kesehatan di Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat. Kegiatan ini berlangsung pada 11 Juni 2026 di Kantor Kelurahan Padangsambian dan diikuti oleh 50 peserta.

Tim pengabdian diketuai Gusti Ayu Tirtawati, S.Si.T.,M.Kes., bersama anggota; Dr. Ni Nyoman Budiani, S.SiT., M. Biomed dan Ni Luh Putu Sri Erawati, S.Si.T., MPH. 

Ayu Tirtawati menjelaskan, kanker payudara masih menjadi perhatian penting dalam kesehatan perempuan. Salah satu tantangan yang sering terjadi adalah banyak kasus baru diketahui ketika sudah memasuki tahap lanjut.

Padahal, lanjut Ayu Tirtawati, pengenalan perubahan pada payudara sejak dini dapat mendorong perempuan untuk segera mencari pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pendidikan kesehatan melalui pemutaran video edukasi, penjelasan mengenai pentingnya deteksi dini, serta demonstrasi langkah-langkah SADARI.

"Materi tidak hanya disampaikan secara teori. Para peserta juga dibimbing untuk mempraktikkan SADARI secara langsung agar memahami cara melakukannya dengan benar," jelas Ayu Tirtawati.

BACA JUGA:  Manfaatkan Teknologi, Dirut RSUP Sanglah Sapa Nakes Penanganan Covid-19

Ia menjelaskan, SADARI merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan sendiri secara rutin untuk mengenali perubahan pada payudara, misalnya adanya benjolan, perubahan bentuk, perubahan pada kulit, atau keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.

"Bila ditemukan perubahan, perempuan dianjurkan tidak panik, tetapi segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat," imbuhnya.

Berdasarkan analisis awal, sebagian besar wanita usia subur di wilayah tersebut belum pernah melakukan SADARI karena belum mengetahui tekniknya. Selain itu, kader kesehatan juga belum memiliki keterampilan yang memadai untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, pelibatan kader menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.

Kader kesehatan diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Informasi yang telah diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, kelompok perempuan, maupun kegiatan posyandu. Dengan demikian, edukasi tentang SADARI tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan sehat di masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik. Peserta secara bergantian mengikuti bimbingan dan mengajukan pertanyaan terkait langkah pemeriksaan yang tepat. Pada evaluasi akhir kegiatan, seluruh peserta dinyatakan mampu mempraktikkan SADARI sesuai dengan panduan yang diberikan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan akan lebih bermakna apabila disertai praktik langsung. Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat berubah menjadi keterampilan, lalu berkembang menjadi perilaku kesehatan yang dilakukan secara rutin.

Melalui langkah sederhana seperti SADARI, perempuan diharapkan semakin mengenal tubuhnya sendiri dan lebih peka terhadap perubahan yang terjadi. Deteksi dini bukanlah sesuatu yang rumit, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri dan keluarga. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top