“Untuk event kemarin, kontingen yang menurut kami paling berat yaitu Denpasar dan Badung. Atlet yang kami kirim rata-rata berusia 18 hingga 21 tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, atlet yang diturunkan pada ajang tersebut merupakan kolaborasi antara atlet junior dan senior. Pola ini sengaja diterapkan untuk memberi pengalaman bertanding bagi atlet muda sekaligus memperkuat komposisi tim melalui dukungan atlet yang lebih berpengalaman.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi capaian yang diraih para atlet dancesport Buleleng. Menurutnya, keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan merupakan bagian dari upaya pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi ajang yang lebih besar.
“Prestasi ini tentu patut diapresiasi. Selain menunjukkan kemampuan atlet Buleleng bersaing dengan daerah lain, keikutsertaan dalam kejuaraan seperti ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pematangan atlet,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027, di mana Buleleng akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Ini juga menjadi bagian dari langkah awal dalam menatap Porprov Bali 2027, di mana Buleleng akan menjadi tuan rumah. Kami berharap para atlet terus meningkatkan kemampuan sehingga bisa memberikan prestasi terbaik saat Porprov nanti,” tandasnya. @gus










