“Kalau tahun-tahun sebelumnya penjualan lumayan tinggi. 2 minggu sebelum hari raya penjualan hewan kurban biasanya sudah mencapai 70 ekor bahkan lebih. Sementara untuk saat ini penjualan menurut drastis hanya berkisar 20-30 ekor saja," ungkapnya.
Menurutnya, penurunan pembelian hewan kurban pada tahun ini dikarenakan para pembeli lebih selektif dan berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Sebab, saat pandemi ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan yang berakibat pada menurunnya daya beli.
“Ekomomi masyarakat saat ini memang lagi turun, jadi wajar jika daya beli mereka juga tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, penurunan penjualan hewan kurban juga dipengaruhi pada mereka yang tahun ini tidak melaksanakan kurban,” katanya.
Ditanya soal harga hewan kurban, Ahmad Faizin mengaku masih sama seperti tahun lalu. Tidak ada kenaikan harga yang signifikan. (dar).










