BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangli semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, jumlah kasus positif virus mematikan tersebut masih cenderung mengalami trend kenaikan. Selain itu, transmisi lokal juga mulai cukup banyak terjadi. Bahkan yang cukup mengagetkan hasil akhir dari pemeriksaan warga yang berprofesi sebagai Tukang Suwun (Buruh) Pasar Kidul, dinyatakan positif corona. Tindak lanjut dari itu, warga asal Desa Tamanbali, Bangli itu, kini masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP Sanglah. Sementara total jumlah kasus positif Covid-19 hingga Minggu (19/04/2020) siang, tercatat sebanyak 18 kasus.
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfosan) Bangli selakuHumas Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi membenarkan adanya penambahan kasus Covid-19 di kabupaten Bangli. “Ada penambahan dua kasus positif. Satu dari orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan satunya merupakan transmisi lokal,” ungkap Wayan Dirgayusa.
Dengan demikian, kata dia, hingga Minggu (19/4/2020) siang tercatat 18 kasus positif Covid-19. “Hari ini tidak ada penambahan kasus positif lagi. Dari 18 kasus yang positif, 17 masih dirawat dan satu orang sudah sembuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, dijelaskan, PMI yang dinyatakan positif berasal dari Desa Abuan, Susut. Sedangkan kasus berikutnya yakni warga asal Desa Tamanbali yang berprofesi sebagai tukang suwun di pasar Kidul. “Untuk penanganan lebih lanjut, yang bersangkutan kini telah dirawat di ruang isolasi RSUP Sanglah,” ungkapnya. Selain kasus tukang suwun, sebelumnya kasus PMI yang menulari ibunya di desa Belanga, Kintamani. Dijelaskan juga, hasil Swab tukang suwun tersebut hasilnya diketahui Sabtu (18/04/2020) malam dan dinyatakan positif.










