COI 2022, Mahasiswa Baru Itekes Bali Berasal dari Seluruh Tanah Air dan Luar Negeri

Campus Orientation and Inauguration

79 Views


Rektor bersama salah satu mahasiswa baru Prodi DIV Keperawatan Anestesiologi asal Bengkulu.

DENPASAR – fajarbali.com | Di tengah “kompetisi” yang ketat antar-perguruan tinggi, Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali mampu menarik 428 mahasiswa baru dari jenjang sarjana, alih jenjang dan magister.

Tahun akademik 2022/2023 ini, serapan mahasiswa baru berasal dari seluruh wilayah di Indonesia bahkan datang dari luar negeri yakni Timor Leste. Hal itu terungkap saat pembukaan Campus Orientation and Inauguration (COI), Selasa (6/9) di Kampus II Tukad Balian, Denpasar.

Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka menyebut, Itekes Bali sebagai miniaturnya Indonesia. Terdiri dari berbagai kepercayaan, agama, suku dan budaya melebur menjadi satu keluarga besar.

Sehingga, menurut Arka, COI menjadi momentum membentuk karakter mahasiswa Pancasila.

“Kita ini bangsa besar yang majemuk. Ingat janji mahasiswa! Adik-adik jangan mudah terprovokasi, terhasut atapun termakan paham radikalisme. Tekunlah belajar di rumah baru kita,” tegas Ida Bagus Arka.

Ida Bagus Arka menjamin, seluruh mahasiswa baru tersebut tidak salah memilih Itekes Bali. Fasilitas yang dimiliki tergolong paling lengkap dengan kolam renang, mini shoping restoran, dan laboratorium.

Tentunya didukung sumber daya pengajar yang kompeten. Ia juga menepis isu bahwa biaya pendidikan di Itekes “mencekik leher”. Kata dia, isu itu dilempar oleh oknum-oknum yang bersaing tidak sehat.

Mahasiswa dipersilahkan membuktikan sendiri harga dan kualitas di Itekes Bali. “Dibilang mahal karena kami sudah totalkan di awal. Jadi tidak ada jebakan atau tipuan di tengah jalan. Saya jamin,” terangnya.

Bahkan, Itekes Bali, menurutnya, memfasilitasi peluang kerja bagi mahasiswa yang telah lulus hingga ke luar negeri, seperti Jepang, Belanda dan negara maju lainnya sebagai tanggung jawab moral Itekes pada mahasiswanya.

Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., P.hD., menambahkan, program studi akupuntur dan pengobatan herbal mulai diminati masyarakat. Ini tidak lepas dari terbangunnya kesadaran tentang prospek kedua keahlian tersebut.

Terkait tema COI (sama dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru), tahun ini adalah “Creative, Optimistic, and Inovative”. Rektor menjelaskan, Kreatif berarti memiliki daya cipta, mampu berpikir out of the box dalam menyelesaikan suatu tugas yang diberikan atau menangani permasalahan yang dihadapi.

Inovatif berarti kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya baru. Diantara Kreatif dan Inovatif tersebut, ada sebuah keyakinan yang harus dimiliki yaitu Optimisme yang berarti selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal.

“Di era pandemik ini, ketiga karakter tersebut harus dipupuk dengan baik untuk bisa bertahan dan bersaing,” pesan Rektor Darma Suyasa, sembari berharap COI memberikan bekal awal agar mahasiswa kelak akan menjadi alumni yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global.

REKTOR Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., P.hD., menyematkan atribut kepada mahasiswa baru peserta COI 2022.


Coi berlangsung hingga 8 September 2022, mengikuti panduan umum dari Kemdikbud untuk PKKMB, untuk menjadi wahana penanaman lima program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu.

Kepala LLDikti VIII Dr. Gusti Bagus Lanang Eratodi, menilai pelaksanaan Coi atau PKKMB di Itekes Bali sudah sesuai petunjuk Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), bahkan lebih humanis dari yang ia bayangkan.

Sebagai wakil pemerintah, ia menyosialisasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi seluruh mahasiswa baru agar muncul sedikit pemahaman di awal sebelum perkuliahan efektif dimulai.

Salah satu mahasiswa baru Prodi D IV Keperawatan Anestesiologi asal Provinsi Bengkulu, Achmad Reyza Demetaheri mengaku sengaja datang jauh-jauh demi mengenyam pendidikan di Itekes Bali. Ia mendapat informasi dari internet tentang Itekes Bali.

Tak tanggung-tanggung, meski berstatus mahasiswa baru, Reiza memasang target menjadi guru besar keperawatan anastesi kelak. Kepercayaan dirinya ini pun diamini oleh segenap pimpinan dan dosen. (Gde)

 

Next Post

Tiga Siswa Terbaik AHM Best Student 2022 Regional Bali Masuk Penjurian Nasional

Rab Sep 7 , 2022
79 ViewsPara peserta mengikuti Presentasi Nasional secara daring (Foto : ist). DENPASAR-fajarbali.com | Setelah mengikuti serangkaian penilaian, tiga dari empat siswa terpilih asal Bali berhasil maju ke babak Nasional. Pengumuman atas terpilihnya tiga siswa yang berasal dari SMA Negeri Bali Mandara diumumkan melalui Instagram sahabat1hati. Seleksi ini merupakan proses dari […]
Para peserta mengikuti presentasi Nasional secara daring-4fbadb8d