"Kasus ini kan baru yang dilaporkan. Tentu yang belum dilaporkan masih ada. Seperti gunung es. Yang kelihatan hanya puncaknya," kata Rosi.
Ilmu hukum, lanjut Rosi, menjadi pilihan utamanya karena ketertarikan sejak di bangku SMA. Rosi pun berhasil menembus satu kursi di perguruan tinggi pelat merah itu dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019/2023.
Ternyata pilihannya tidak salah. Rosi mendapatkan pengalaman luar biasa di bangku kuliah dan lapangan. Bahkan, Rosi diberi kesempatan menjadi asisten dosen.
"Pengalaman saya luar biasa selama kuliah. Dikasi banyak ilmu dan kesempatan menjadi asisten Ibu Rai dan Pak Dewa Mangku. Dan, fasilitas kuliah juga sangat lengkap," akunya.
Lebih lanjut, Rosi mengaku menyiapkan opsi lain seandainya belum jodoh menjadi jaksa. "Yang pasti saya ingin melanjutkan ke magister. Trus bisa memilih jadi pengajar dan praktisi hukum. Tentunya kesempatan itu sangat luas," jelas Rosi.
Dikonfirmasi terpisah, Koorprodi Ilmu Hukum FHIS Undiksha Ni Putu Rai Yuliartini, SH., MH., membenarkan bahwa Rosi adalah salah satu mahasiswi terbaiknya yang dijadikan asisten oleh dirinya sendiri serta Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, SH., L.L.M.
Kedua dosennya itu kompak mendoakan agar Rosi sukses menggapai cita-citanya, serta tetap menjaga hubungan dan nama baik almamater. (Gde)










