Penelitian yang mengintegrasikan pengajaran bahasa asing, khususnya Inggris dengan kearifan lokal di Desa Demulih, Bangli menghantarkannya meraih jabatan guru besar.
"Saya tidak mau berkompromi dengan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harus berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Pencapaian saya tentu tidak lepas dari dukungan institusi tempat saya mengabdi," kata Sri Jayantini memungkasi. (Gde)










