Kegiatan Gemarikan ini menyasar seluruh lapisan masyarakat dengan menyajikan beragam olahan hidangan yang menarik dan menggugah selera, seperti sate ikan tuna, bakso ikan, hingga bandeng krispi. Pendekatan kuliner ini dinilai efektif untuk mengenalkan manfaat hidangan laut tanpa mengabaikan cita rasa khas daerah yang disukai warga.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng ini menambahkan, tema dan aksi penanganan gizi ini sangat selaras dengan kondisi geografis Kabupaten Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang di Bali.
“Keberlimpahan hasil laut tersebut menjadi modal utama daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan nutrisi warga secara mandiri dan berkelanjutan,”tuturnya.
Langkah masif yang dilakukan Pemkab Buleleng ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir memadati areal festival. Respon positif warga menjadi indikator keberhasilan sosialisasi Gemarikan dalam mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih sering menyajikan olahan ikan sebagai menu harian keluarga demi mencegah stunting sejak dini. @gus










