Cegah Stunting Melalui Transfer Pengetahuan dan Sikap Pengasuh Anak

Fajar 1

Penelitian ini mendapat dukungan pembiayaan dari Poltekkes Kemenkes Denpasar, ijin dari Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung, Dukungan tempat/lokasi beserta masyarakat dari Pemerintah Kabupaten Badung, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak.

Diakuinya, masalah pertumbuhan dan perkembangan anak balita masih menjadi permasalahan di negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), menunjukkan gambaran status gizi anak balita di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian.

Dari hasil SSGI tahun 2021 ke 2022 menunjukkan penurunan kasus stunting sebesar 2,8% dari 24,4% menjadi 21,6%, wasting dan underweight meningkat masing masing 0,6% (7,1% menjadi 77%) dan 0,1% (17,0% menjadi 17,1%), dan overweight menurun 0,3% dari 3,8% menjadi 3,5%.

Kejadian stunting di Provinsi Bali data Riskesdas 2018 adalah 21,8% 3) sedangkan hasil SSGI 2022 menunjukkan kejadian Stunting di Provinsi Bali berada di bawah rata-rata   nasional yakni 8,0% 2).

Walaupun secara nasional kasus stunting sudah mengalami penurunan, namun perolehan kasus tahun 2022 masih jauh dari yang ditargetkan yakni menjadi 14% pada tahun 2024.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui Perpres No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Salah satu strategi nasional yang ditetapkan dalam Perpres tersebut adalah menjamin pemenuhan asupan gizi dan memperbaiki pola asuh anak.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top