Cegah Stunting Melalui Transfer Pengetahuan dan Sikap Pengasuh Anak

Fajar 1

Penyuluhan Kader Posyandu Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung, sebagai upaya mencegah stunting.

 

MANGUPURA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Demi mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerintah bahu-membahu mengajak semua ‘stakeholder’ untuk menekan kasus gizi buruk kronis (stunting) pada balita di tanah air.

Poltekkes Kemenkes Denpasar, sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), konsisten melakukan edukasi dan pendampingan ke masyarakat yang dikemas dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pada Sabtu (24/8/2024), Tim Peneliti Poltekkes Kemenkes Denpasar yang diketuai Dr. Ni Nengah Ariati, SST.M.Erg, dibantu anggota, GA Dewi Kusumayanti, DCN.M.Kes, dan Ida Ayu Eka Padmiari, SKM. M.Kes., didukung penuh oleh Ida Ayu Gede Purbawati, SKM.,MM.,  selaku Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Badung melakukan penyuluhan bagi seluruh kader posyandu yang ada di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Penyuluhan bagi kader posyandu tersebut bertema “Model Transfer of Knowledge and Skill pada Pengasuh Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pengasuhan Anak dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Badung”.

Menurut Ariati, penelitian ini dilakukan karena di Kabupaten Badung masih terdapat kasus stunting, meski jumlahnya kecil.

Penelitian dilaksanakan secara bertahap, pada tahap pertama tahun 2024 melakukan uji coba model pada kader posyandu di Wilayah Desa Darmasaba Kabupaten Badung, dilanjutkan dengan tahap kedua tahun 2025 dengan penerapan model secara lebih luas pada pengasuh anak di beberapa kecamatan wilayah Kabupaten Badung.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top