BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Ditengah kian merebaknya tranmisi lokal Covid-19 di Kabupaten Bangli, Banjar Adat Pakuwon, Desa Adat Cempaga, Bangli melaksanakan ‘sipeng’ atau nyepi adat selama tiga hari. Sipeng diwilayah banjar adat tersebut, dimulai dari Minggu (10/5/2020). Kegiatan ini dilaksanakan krama setempat, pasca terpaparnya dua orang warga setempat oleh Virus Corona.
Sesuai pantauan, sejumlah akses keluar masuk ke Banjar Adat Pakuwon mulai dijaga oleh sejumlah pecalang setempat. Suasana sipeng di Banjar Adat Pakuwon, tampak hampir sama dengan perayaan Nyepi Tahun Saka. Dimana, kondisi jalan dilingkungan Banjar Adat Pakuwon, tampak benar-benar sepi. Warung yang ada di wilayah Banjar Adat Pakuwon ditutup. Akses menuju Pura Kehen juga ditutup sementara selama pelaksanaan Sipeng.
Kelian Adat Pakuwon I Wayan Suartama saat dihubungi membenarkan pihaknya melaksanakan sipeng selama 3 hari. Disampaikan, sebelum dilaksanakan “sipeng”, pihaknya terlebih dahulu telah melakukan upacara guru piduka. “Pasca warga mendengar warga kami ada yang positif corona, kami telah menghaturkan pejati di Pura Dalem dan Pura Kehen,”ujar Suartama.
Kata dia, dalam pelaksanaan sipeng ini warga dihimbau untuk tidak keluar rumah dan mengikuti himbauan pemerintah, yakni tidak melakukan interaksi dengan masyarakat di luar. “Kita ingin warga Banjar Adat mulat sarirsa dengan tinggal di rumah. Kita harap dengan kegiatan ini virus corona tidak lagi terjadi di Banjar Adat Pakuwon,”ujarnya.










