“Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap pencapaian target pembangunan daerah dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan secara sehat menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme ASN,”lanjutnya.
Materi sosialisasi mencakup perencanaan kebutuhan, pengelolaan pendapatan, pemilihan produk keuangan digital yang legal dan aman, investasi cerdas, hingga persiapan keuangan menghadapi masa pensiun. Melalui pemaparan dari OJK, BEI, dan pihak sekuritas, peserta juga diberikan pemahaman mengenai risiko investasi ilegal serta pentingnya mengambil keputusan finansial berdasarkan informasi yang benar dan pertimbangan rasional. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Buleleng berharap ASN tidak hanya memahami pentingnya literasi keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan pengelolaan keuangan yang terencana, bijak, dan bertanggung jawab, ASN diharapkan terhindar dari praktik keuangan ilegal, memiliki ketahanan finansial yang lebih baik, serta mampu mempersiapkan masa depan yang Sejahtera,”tutupnya. @gus










