DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pasar tradisional telah lama menjadi denyut nadi perekonomian lokal, termasuk Pasar Seni Sukawati di Gianyar, Bali.
Namun, di tengah perkembangan zaman, para pedagang dihadapkan pada tantangan besar, yaitu bagaimana meningkatkan daya saing usaha mereka di era digital.
Salah satu solusi yang kini semakin relevan adalah literasi keuangan yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi keuangan digital atau financial technology (fintech).
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh akademisi Universitas Ngurah Rai antara lain Made Ayu Desy Geriadi, Bagus Arya Wijaya, Made Mulia Handayani, Wayan Meryawan dan A.A. Istri Agung Ovy Dwijayanthi menunjukkan bahwa pedagang dengan tingkat literasi keuangan yang baik cenderung lebih sukses dalam memanfaatkan layanan keuangan formal, seperti pinjaman mikro dan tabungan usaha.
Selain itu, mereka juga lebih terbuka untuk mengadopsi teknologi keuangan, seperti dompet digital dan aplikasi pembayaran, yang mempermudah transaksi dengan pelanggan, termasuk wisatawan.
Dalam penelitian ini, terungkap bahwa financial technology mampu menjadi jembatan bagi pedagang pasar tradisional untuk mengakses layanan keuangan modern.
Teknologi ini tidak hanya memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga membantu pedagang dalam mengelola keuangan usaha mereka dengan lebih efisien.
Misalnya, aplikasi fintech memungkinkan pedagang mencatat pemasukan dan pengeluaran secara otomatis, sehingga mereka dapat memisahkan keuangan pribadi dari usaha.










