Sebagai tambahan, Cliff at Canna kembali berinovasi dengan memperkenalkan menu baru yang memadukan tapas dan minuman koktail atau moktail, khusus untuk acara pernikahan. Berbeda dari menu yang sudah ada, koktail baru ini memiliki konsep unik yang terinspirasi dari anatomi tumbuhan. Setiap koktail dibuat menggunakan bahan-bahan yang diambil dari berbagai bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang, hingga buah.
Agus Sastrawan, selaku Head Mixologist di Canna Bali, menjelaskan bahwa semua bahan yang digunakan adalah hasil bumi Indonesia. "Bahan yang kita gunakan itu dari anatomi tumbuhan seperti akar sampai buah kita gunakan semuanya. Buah-buah itu pun buah-buah asli yang ada di Indonesia, termasuk arak juga. Araknya juga kita infus dengan bahan-bahan lokal," ujarnya. Hal ini membuktikan komitmen mereka untuk mengangkat kekayaan alam Indonesia, sambil mendukung para petani lokal.
Agus Sastrawan menambahkan, penggunaan bahan-bahan lokal ini tak hanya untuk menampilkan keunikan rasa, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian di Indonesia. "100% bahan yang kita gunakan bahan lokal Indonesia yang identik dengan rempah-rempah. Kita paling banyak gunakan rempah-rempah dan buah-buahan. Jadi, kita gunakan semuanya itu dari bahan-bahan lokal di Indonesia seperti kayu basoi yang dari Papua," jelasnya.
Para tamu yang hadir dalam acara peluncuran menyambut baik kombinasi rasa baru ini. Banyak dari mereka mengaku kagum, bahkan terkejut, mengetahui bahwa Indonesia memiliki bahan-bahan berkualitas tinggi yang cocok untuk diracik menjadi minuman koktail. Selain lima varian koktail yang diperkenalkan, Cliff at Canna juga menyediakan pilihan minuman dengan kadar alkohol yang tidak terlalu kuat, sesuai dengan preferensi para tamu.










