"Jadi dalam sebulan ini kegiatan kami memang sangat padat. Meliputi berbagai aspek pembangunan, mulai dari seni, budaya, ekonomi, pendidikan, kebersihan dan yang lainnya," ujar Prof. Widana.
Sementara itu Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. dalam sambutannya menjelaskan, selain melaksanakan program desa, dosen pembimbing KKN turut menyosialisasikan program strategis Pemerintah Provinsi Bali seperti pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
“Ada banyak program yang penting untuk kita dukung bersama-sama seperti program Satu Keluarga Satu Sarjana, upaya mengatasi timbunan sampah plastik, bagaimana mengelola sampah berbasis sumber, salah satunya dengan inovasi pembuatan teba modern,” ungkap Prof. Suarta.
UPMI Bali, lanjut Rektor, merupakan salah satu perguruan tinggi mitra Program Satu Keluarga Satu Sarjana. Sehingga bagi masyarakat Abiansemal yang ingin menempuh pendidikan tinggi lewat jalur tersebut dipersilakan mendaftar.
Program ini dijamin gratis biaya pendidikan. Justru si penerima mendapatkan uang saku. Seperti diketahui program ini tengah getol direalisasikan demi kualitas sumber daya manusia Bali.
"Kita harus memandang tujuan Bapak Gubernur (Wayan Koster) sangat mulia. Beliau ingin manusia Bali benar-benar berkualitas. Dimulai dari pendidikannya yang diharapkan melahirkan kesejahteraan," pungkas rektor.










