"Saya bersama Ibu Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua K3S Kabupaten Badung mengunjungi beberapa warga yang mengalami disabilitas, baik disabilitas fisik maupun disabilitas mental. Dalam kesempatan ini, kami juga menyerahkan berbagai bentuk bantuan, seperti kursi roda, paket sembako, serta bantuan kepada warga yang mengalami kondisi bedridden. Pemkab Badung memiliki program bantuan bagi masyarakat yang mengalami kondisi bedridden, yaitu warga yang tidak lagi mampu beraktivitas secara mandiri, baik karena stroke maupun kondisi kesehatan lainnya. Melalui program ini, kami memberikan bantuan tunai sebesar Rp 1 juta setiap bulan," ungkapnya.
Saat melihat langsung kondisi para warga, Adi Arnawa meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kader sosial, aktif memastikan setiap warga yang memenuhi kriteria dapat mengakses program-program bantuan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung.
"Jangan sampai ada masyarakat yang berhak menerima bantuan justru terlewat. Saya minta seluruh jajaran terus melakukan pendataan, pendampingan, dan memastikan program-program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyatakan bahwa aksi sosial ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang menghadapi keterbatasan fisik.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi ujian hidup tidak merasa sendiri. Bantuan yang kami berikan, termasuk kursi roda ini, diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari dan meringankan beban keluarga. Yang tidak kalah penting adalah menghadirkan semangat, perhatian, dan kasih sayang agar mereka tetap optimistis menjalani kehidupan," tambahnya










