Kehadiran Bupati dalam kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas di kawasan Canggu. Dijelaskan bahwa Pemkab Badung tengah mengupayakan penanganan kemacetan melalui rencana pembangunan ruas jalan baru di sejumlah titik, yang diawali dengan proses pembebasan lahan hingga tahap konstruksi. “Kami sedang merencanakan pembangunan beberapa ruas jalan baru sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan Canggu, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan fisik. Ini penting untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan,” jelasnya.
Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Badung. Sejalan dengan itu, Bupati menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai Sat Nangun Kerti Loka Bali. “Untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, kita harus bersama-sama menangani berbagai persoalan seperti kemacetan, sampah, dan banjir. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam pengelolaan sampah dengan memilah sejak dari rumah tangga,” tegas Bupati.
Sementara itu, Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Badung, Gede Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan Pujawali Mejelihan tersebut dilaksanakan setelah tiga kali berturut-turut berlangsungnya upacara Pujawali di Pura Luhur Bhujangga Waisnawa Batu Bolong, Canggu. Pujawali ini merupakan bentuk pengamalan diri dan wujud satya bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta penghormatan kepada para leluhur. Upakara bebantenan yang dilaksanakan juga menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang. Hal ini penting mengingat Bali, khususnya kawasan Pura Batu Bolong, merupakan pusat pariwisata yang rentan terhadap pengaruh budaya luar akibat modernisasi.










