Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, untuk di Bali sudah siap beroperasi 38 KDKMP. Sedang berproses sampai akhir bulan Juli itu akan mencapai 120 KDKMP. "Di Bali ada 716 desa/kelurahan, jadi 38 koperasi ini baru mencapai pada angka 5,3 persen. Nanti akhir Juli akan mencapai sekitar 17 persen," terangnya. Gubernur Wayan Koster juga menyebutkan pihak Pangdam, Danrem pada bulan Juli akan menyiapkan barang-barang yang akan dijual dan ditargetkan awal Agustus sudah mulai beroperasi penuh melakukan pelayanan usaha.
Sementara Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi merah putih ini adalah peristiwa penting dan sebagai tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu hanya 7 bulan, Indonesia mampu meresmikan seribu lebih koperasi merah putih yang meliputi; fisik gedung, gudang, sistem, barang, petugas hingga unsur logistiknya. "Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia dan merupakan kebanggaan. Agustus mendatang kita targetkan 30 ribu KDKMP," ucap Presiden.
Presiden Prabowo berharap dengan beroperasinya KDKMP, perputaran ekonomi di masyarakat akan semakin meningkat. Terlebih lagi adanya program MBG yang secara nyata sudah terbukti menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan beredarnya uang di desa setiap bulan mencapai 900 juta dan 10,8 M tiap tahunnya. "Kita harapkan pertumbuhan di setiap desa/kelurahan akan nyata. Kita tidak lagi akan tergantung dari manapun, karena kita punya kekuatan sendiri," sambungnya.










