Sedangkan Pekaseh dan Kelian Subak Abian yang awalnya Rp 3 juta disamakan dengan Kelian Banjar Adat menerima sebesar Rp 5 juta, serta Pangliman yang awalnya Rp 1,5 juta menjadi Rp 3 juta. Pemberian tunjangan penghasilan juga akan diberikan kepada pemangku Sad Kahyangan, Kahyangan Jagat dan Kahyangan Tiga menunggu penyusunan regulasinya.
Sementara itu berkenaan dengan Subak, Bupati Giri Prasta menjelaskan bahwa pemerintah sudah membentuk Perumda/Badan Pangan. Perumda ini yang akan membeli gabah dan beras petani di Badung sebagai upaya untuk mengantisipasi serta menekan laju inflasi terhadap gejolak harga beras di masyarakat, seperti yang sudah dilakukan Pemerintah pada tahun sebelumnya.
“Saya punya prinsip bela beli mewujudkan dan menjadikan petani bangga menjadi petani. Ini masih diformulasikan regulasinya terkait tata cara untuk memberikan gaji kepada petani,” jelasnya.
Selanjutnya dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Badung, pemerintah telah membangun Bendungan Sidan yang pembangunannya sebentar lagi rampung. Bendungan tersebut berada di wilayah tiga kabupaten antara lain Badung, Bangli, Tabanan dengan harapan mampu menyuplai air sekitar 500 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kabupaten Badung, selain juga untuk menyuplai ke Denpasar, Gianyar.
“Kita berdoa bersama semoga program pembangunan bendungan ini terus berjalan dan segera bisa rampung. Sehingga kita bisa segera memenuhi kebutuhan akan air bersih,” doanya.W-004










