Bupati Badung Giri Prasta Hadiri Rapat Koordinasi, Revitalisasi, Tupoksi Penyelenggara Adat dan Subak se-Kabupaten Badung

WhatsApp Image 2024-05-19 at 20.46.17_1a3e4b0c

“Cita-cita saya ke depan memberikan 20 persen penyisihan PHR dan Retribusi bagi saudara kita umat sedharma di luar Pulau Bali untuk mendukung pembangunan pura, pengadaan perangkat gong, melaksanakan upacara, agar saudara kita di luar sana tetap mengajegkan dan melestarikannya," ucapnya.

Bupati Giri Prasta juga menyampaikan telah melaksanakan pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah desa adat sebagai tujuan membangun pondasi yang kuat, serta menjadi legacy bagi generasi penerus. Sehingga generasi muda kedepan hanya memikirkan bagaimana sisi ekonominya sendiri.

“Pura Sad Kahyangan, Kahyangan Jagat, Kahyangan Tiga sudah saya bangun agar desa adat ke depan selanjutnya bisa melaksanakan upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini. Ini penting harus dilakukan sesuai dengan tatanan  yang ada, sehingga harapannya krama ke depan menjadi guyub,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta juga ingin agar masing-masing Desa Adat berkolaborasi dengan Subak Abian untuk membangun Taman Gumi Banten sebagai penunjang kebutuhan sarana prasarana upacara, sehingga untuk memenuhi kebutuhan upacara tidak lagi menyuplai atau mendatangkan kebutuhan sarana upacara, upakara dan uparengga tersebut dari daerah lain pulau Bali.

Selanjutnya Bupati Giri Prasta menambahkan, sebagai apresiasi atas kinerja penyelenggara Desa Adat serta Subak, pada kesempatan tersebut dirinya berkomitmen meningkatkan 100 persen tunjangan para Bendesa Adat yang awalnya menerima honor sebesar Rp 3 juta menjadi Rp 6 juta. Kemudian Kelian Banjar Adat awalnya Rp 2,5 juta menjadi Rp 5 juta.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top