Pernyataan tersebut didukung Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bulan Bahasa Bali, Made Mahesa Yuma Putra yang menyebut peserta berbagai lomba seperti festival nyurat lontar massal yang dilaksanakan serangkaian pembukaan Bulan Bahasa juga telah dipastikan keikutsertaannya. “Peserta sudah dipastikan, 1000 orang dari kalangan siswa SMP sampai mahasiswa hingga masyarakat umum akan berpartisipasi,” tandasnya. “ Demikian pula dengan kegiatan-kegiatan lain seperti lomba komik online berbasis bahasa, aksara dan sastra Bali, lomba pembuatan meme berbasis bahasa, aksara, dan sastra Bali, lomba postingan status berbahasa Bali di media sosial, serta lomba vlog berbahasa Bali. Selain lomba, juga akan diadakan seminar, pameran, pertunjukan, serta penganugerahan. “Intinya dalam bulan Bahasa Bali yang meskipun pertama kali digelar kita rancang agar semarak dan yang paling penting mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan dan pemeliharaan Bahasa Bali,” ujarnya lagi.
Para penyuluh Bahasa Bali pun seperti mendapatkan momentum dan wadah bagi mereka untuk menunjukkan hasil kerja dan program yang telah disusun. Seperti yang dituturkan Wayan Suarmaja, koordinator penyuluh Bahasa Bali.
“Bulan Bahasa Bali kami anggap tempat yang sangat baik bagi kami untuk eksistensi para penyuluh dan anak didiknya untuk mendapatkan ‘panggung’. Kami sangat antusias dan mendukung, contohnya dengan pengerahan penyuluh untuk turut serta nyurat lontar, pameran atau yang lain sesuai dengan kebijakan daerah dan desa masing-masing,” kata Suarmaja. Untuk tingkat kabupaten/kota, pihaknya juga telah melakukan koordinasi bahkan hingga ke desa-desa dengan peran penyuluh Bahasa Bali sebagai ujung tombak utama sosialisasi program anyar Pemprov Bali ini.










