Selain itu, isu akses jalan juga menjadi sorotan. Nuanu menyatakan telah memperbaiki jalan dengan biaya sendiri, namun perbaikan permanen yang membutuhkan pembangunan saluran drainase menjadi kewenangan pemerintah. Nuanu menegaskan tengah berkoordinasi aktif untuk mencari solusi jangka panjang. Sebagai komitmen sosial dan budaya, Nuanu juga sedang merestorasi dua pura kuno yang berada di dalam kawasan.
Konferensi pers ini menegaskan posisi Nuanu sebagai contoh investasi yang bertanggung jawab di Bali. “Nuanu dibangun dengan keyakinan bahwa pembangunan bisa menghormati budaya, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Wahyu Harianto. Ia menambahkan bahwa kunjungan DPRD kemarin semakin menguatkan nilai-nilai tersebut, dan Nuanu akan terus berkomitmen untuk mewujudkannya. Puncak dari fase awal pengembangan ini akan ditandai dengan Grand Opening Fase Pertama pada 30 Agustus 2025, yang akan menampilkan berbagai acara seni, budaya, dan kolaborasi komunitas. (M-001)










