Selain konektivitas, Bupati juga memberikan perhatian serius pada krisis air bersih. Ia menargetkan distribusi air di Kuta Selatan mulai stabil pada Februari 2026 melalui penambahan pompa dan optimalisasi jaringan PDAM.
“Kami juga akan mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kebutuhan industri dan pariwisata, sehingga air permukaan bisa diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau,” jelasn Bupati.
Di bidang lingkungan, Pemkab Badung mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R dan fasilitas Teba Modern. Langkah ini diproyeksikan mampu mengurangi volume sampah hingga 60% dari hulu, sekaligus menjadi transisi menuju sistem Waste to Energy.
Sementara itu, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta melaporkan bahwa Musrenbang kali ini menampung total 609 usulan pembangunan dari tingkat Desa dan Kelurahan. Infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, dan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama usulan warga.
“Sebagai wilayah dengan pertumbuhan tinggi, Kuta Selatan membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pariwisata,” lapor Ketut Gede Arta.
Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Badung dapil Kuta Selatan, Kapolsek Kuta Selatan, Pimpinan OPD terkait, Lurah dan Perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan, Bendesa Adat dan Kaling se-Kecamatan Kuta Selatan serta tokoh masyarakat.W-004










